Vrydag 07 Junie 2013

Makna Kata dan Konsep Makna


Makna Kata
Makna kata adalah arti kata atau maksud si pembicara atau penulis atau pengertian yang diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan. Suatu kalimat dikatakan kata-katanya memiliki makna apabila kalimat yang tersususn dari kata-kata itu memiliki pesan yang diterima dengan baik oleh lawan bicara atau pembaca.
Secara umum kata dibagi atas dua macam, yaitu sebagai berikut:
(1)   Kata-kata yang mengandung makna, konsep, atau pengertian. Misalnya, kata benda, kata kerja, dan kata sifat. Kata-kata ini akan terus berkembang seiring berkembangnya budaya pada masyarakat.
(2)   Kata-kata yang tidak mengandung makna, melainkan hanya memiliki fungsi gramatikal. Misalnya, kata depan, kata sandang, kata penghubung, dan kata keterangan. Kata-kata ini relatif tidak berkembang dan jumlahnya terbatas.
Perhatikan kalimat berikut ini:
a.      Kucing itu sedang merangkai bunga
b.      Perempuan itu sedang merangkai bunga.
Secara gramatikal kalimat a benar, tetapi secara semantik kalimat tersebut tidak dapat diterima, karena tidak ada hubungan semantik antara kata kerja merangkai yang menjadi predikat dalam kalimat itu dengan kata benda kucing yang menjadi subjeknya. Kata kerja merangkai mengandung makna perbuatan yang bias dilakukan oleh manusia, sedangkan kucing yang menjadi objek pada kalimat itu bukanlah manusia. Dengan demikian, kalimat tersebut tidak dapat menyampaaikan pesan secara tepat karena pilihan kata yang digunakannya tidak memiliki makna yang tepat. Sedangkan pada klimat b secara gramatikal dan semantik bisa diterima karena perempuan adalah manusia yang bisa melakukan pekerjaan merangkai. Jadi, pada kalimat b ada hubungan semantik antara subjek dan predikat.
Perhatikan kalimat di bawah ini!
Kucing itu minum air.
Perempuan itu minum air.
Kedua kalimat itu baik secara gramatikal maupun semantik adalaah benar karena minum air bisa dilakukan oleh makhluk hidup. Kucing dan perempuan (sebagai manusia) termasuk makhluk hidup yang biasa minum air. Dengan demikian, dari segi makna, pemilihan kata-kata dalam kalimat tersebut adalah tepat.

 Konsep Makna
Hubungan antara kata sebagai lambang dengan konsep sebagai makna kata terdiri atas beberapa macam, misalnya konsep makna, homonim, polisemi, hipermini, dan hiponimi, sinonim, antonim, dan konotasi.
            Dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita sering mangatakan bahwa kata mati sama maknanya dengan kata meninggal. Akan tetapi, pada kedua kata tersebut tidak dapat dipertukarkan. Misalnya, pada kalimat Kucing itu mati dan Ayah Budi meninggal. Ternyata kata meninggal dan mati pada kedua kalimat tersebut tidak dapat dipertukarkan, menjadi Kucing itu meninggal dan Ayah Budi mati karena jika kata itu dipertukarkan kalimat tersebut menjadi tidak lazim. Sesungguhnya kata mati dan menilnggal tidak memiliki  makna yang sama, hanya informasinya saja yang sama, yaitu kedua kata memberi informasi bahwa meninggal dan mati adalah keadaan yang pada yang pada awalnya bernyawa, tetapi sekarang tidak bernyawa lagi.
Makna memiliki semua komponen pada sebuah kata, sedangkan informasi hanya menyangkut komponen konsep dasarnya saja. Perhatikan perbandingan kedua kata mati dan meninnggal berikut ini!
Mati
(1)   Berarti tidak bernyawa lagi
(2)   Dipergunakan untuk umum (binatang, tumbuhan, manusia)
(3)   Terasa kasar
Meninggal
(1)   Tidak bernyawa lagi
(2)   Hanya untuk manusia
(3)   Halus
Informasi hanya menyangkut komponen konsep dasar (nomor 1), sedangkan makna menyangkut semua komponen (1, 2, dan 3).

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking