Makna
Kata
Makna
kata adalah arti kata atau maksud si pembicara atau penulis atau pengertian yang diberikan
kepada suatu bentuk kebahasaan. Suatu kalimat dikatakan kata-katanya
memiliki makna apabila kalimat yang tersususn dari kata-kata itu memiliki pesan
yang diterima dengan baik oleh lawan bicara atau pembaca.
Secara
umum kata dibagi atas dua macam, yaitu sebagai berikut:
(1) Kata-kata
yang mengandung makna, konsep, atau pengertian. Misalnya, kata benda, kata
kerja, dan kata sifat. Kata-kata ini akan terus berkembang seiring
berkembangnya budaya pada masyarakat.
(2) Kata-kata
yang tidak mengandung makna, melainkan hanya memiliki fungsi gramatikal.
Misalnya, kata depan, kata sandang, kata penghubung, dan kata keterangan. Kata-kata ini relatif
tidak berkembang dan jumlahnya terbatas.
Perhatikan
kalimat berikut ini:
a.
Kucing
itu sedang merangkai bunga
b.
Perempuan
itu sedang merangkai bunga.
Secara
gramatikal kalimat a benar, tetapi secara semantik kalimat tersebut tidak dapat
diterima, karena tidak ada hubungan semantik antara kata kerja merangkai yang menjadi predikat dalam
kalimat itu dengan kata benda kucing
yang menjadi subjeknya. Kata kerja merangkai mengandung makna perbuatan yang
bias dilakukan oleh manusia, sedangkan kucing yang menjadi objek pada kalimat
itu bukanlah manusia. Dengan demikian, kalimat tersebut tidak dapat
menyampaaikan pesan secara tepat karena pilihan kata yang digunakannya tidak
memiliki makna yang tepat. Sedangkan pada klimat b secara gramatikal dan
semantik bisa diterima karena perempuan adalah manusia yang bisa melakukan
pekerjaan merangkai. Jadi, pada kalimat b ada hubungan semantik antara subjek
dan predikat.
Perhatikan
kalimat di bawah ini!
Kucing itu minum air.
Perempuan itu minum air.
Kedua
kalimat itu baik secara gramatikal maupun semantik adalaah benar karena minum
air bisa dilakukan oleh makhluk hidup. Kucing
dan perempuan (sebagai manusia)
termasuk makhluk hidup yang biasa minum air. Dengan demikian, dari segi makna,
pemilihan kata-kata dalam kalimat tersebut adalah tepat.
Konsep Makna
Hubungan
antara kata sebagai lambang dengan konsep sebagai makna kata terdiri atas
beberapa macam, misalnya konsep makna, homonim, polisemi, hipermini, dan
hiponimi, sinonim, antonim, dan konotasi.
Dalam
pelajaran bahasa Indonesia, kita sering mangatakan bahwa kata mati sama maknanya dengan kata meninggal. Akan tetapi, pada kedua kata
tersebut tidak dapat dipertukarkan. Misalnya, pada kalimat Kucing itu mati dan Ayah Budi
meninggal. Ternyata kata meninggal dan mati pada kedua kalimat tersebut tidak
dapat dipertukarkan, menjadi Kucing itu
meninggal dan Ayah Budi mati karena
jika kata itu dipertukarkan kalimat tersebut menjadi tidak lazim. Sesungguhnya
kata mati dan menilnggal tidak memiliki
makna yang sama, hanya informasinya saja yang sama, yaitu kedua kata
memberi informasi bahwa meninggal dan
mati adalah keadaan yang pada yang
pada awalnya bernyawa, tetapi sekarang tidak bernyawa lagi.
Makna
memiliki semua komponen pada sebuah kata, sedangkan informasi hanya menyangkut
komponen konsep dasarnya saja. Perhatikan perbandingan kedua kata mati dan meninnggal berikut ini!
Mati
(1) Berarti
tidak bernyawa lagi
(2) Dipergunakan
untuk umum (binatang, tumbuhan, manusia)
(3) Terasa
kasar
Meninggal
(1) Tidak
bernyawa lagi
(2) Hanya
untuk manusia
(3) Halus
Informasi
hanya menyangkut komponen konsep dasar (nomor 1), sedangkan makna menyangkut
semua komponen (1, 2, dan 3).
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking